BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 31 Oktober 2010

bimbingan belajar


Cara Membaca Cepat

            Dewasa ini, kita dihadapkan pada banyaknya arus informasi yang datang menghampiri kita. Misalnya surat kabar, jurnal, artikel, majalah dan daftar buku yang jumlahnya terus bertambah. Jika kita tidak membuka diri dengan adanya informasi yang baru, maka kita akan dicap sebagai orang yang gagap informasi. Selain itu dengan banyaknya buku teks yang tebal untuk siswa atau mahasiswa membuat mereka enggan untuk membaca. Cara yang bisa kita gunakan untuk menghindari hal itu adalah dengan belajar membaca cepat. Hal ini sangat diperlukan agar kita tidak ketinggalan informasi baru. Berikut ini ada beberapa tips untuk membaca cepat yang efektif, yaitu :
1.         Jangan Membaca Per-kata
Mata kita hanya menangkap informasi ketika berhenti bergerak, sehingga pada waktu kita membaca, apabila kita merasa mata kita tidak pernah berhenti bergerak sama sekali ketika membaca adalah keliru. Karena sebenarnya ketika membaca, mata kita mengalami beberapa jeda. Yaitu bergerak- berhenti- membaca-bergerak-berhenti-membaca dst. Sehingga bias disimpulkan bahwa kunci membaca cepat adalah meminimumkan jumlah gerakan mata berhenti dan pada saat yang sama memaksimumkan jumlah kata yang terbaca dalam setiap satu putaran gerakan mata. Oleh karena itu, jangan membaca per-kata karena akan memperlambat membaca kita.
2.         Menghentikan Kebiasaan Mengucapkan Bacaan Dalam Hati (Subvokalisasi)
Subvokalisasi adalah suara yang biasa “ikut membaca” dalam pikiran kita. Waktu kita membaca, di dalam pikiran kita seperti ada suara yang menyuarakan bacaan itu. Ternyata hal ini sangat menghambat kecepatan membaca, karena otak kita sebenarnya mampu membaca dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada suara di dalam pikiran kita itu. Karenanya salah satu teknik membaca cepat adalah dengan menghilangkan subvokalisasi.
3.         Seleksi Ketika Membaca
Ketika kita membaca suatu bacaan dengan metode membaca cepat, tujuan sebenarnya bukan untuk mencari kata dan gambar secepat mungkin namun untuk mengidentifikasi dan memahami makna dari bacaan tersebut seefisien mungkin dan kemudian mentransfer informasi ini kedalam memori jangka panjang dalam otak kita. Sebelum kita memulai membaca, kita harus tahu dahulu apa tujuan dan informasi yang akan dicari. Selanjutnya tujuan ini akan mengubah alam bawah sadar kita menjadi radar dalam menyeleksi bacaan.
4.         Jangan kembali ke belakang
Jika kita sudah melewati suatu bagian bacaan maka jangan sekali-kali mengulang lagi bagian itu. Baca terus dan maju terus jangan menghiraukan bagian yang terlewatkan. Intinya di sini adalah kita harus membaca untuk mendapatkan ide, bukan untuk mendapatkan kata per kata. Melihat kembali ke belakang akan sangat mengurangi kecepatan membaca kita sementara jika kita tetap terus membaca maka kita akan mendapatkan ide.

Selain tips membaca cepat, dalam membaca terdapat hambatan-hambatan dalam membaca cepat, diantaranya adalah :
1.         Sulit berkonsentrasi
Kesulitan konsentrasi bisa disebabkan beberapa faktor diantaranya: kelelahan fisik dan mental, bosan, atau banyak hal lain yang sedang dipikirkan. Dalam membaca konsentrasi sangat penting karena menentukan kemampuan Anda menangkap dan memahami isi bacaan. Apalagi ketika Anda membaca cepat, maka konsentrasi yang baik akan memastikan bahwa kecepatan baca berbanding lurus dengan pemahaman dan bukan sebaliknya. Untuk itu ketika mulai membaca, coba atasi faktor-faktor yang menyebabkan Anda sulit berkonsentrasi. Cari tempat yang tenang, memiliki penerangan yang cukup, suhu ruangan yang nyaman, dan tempat duduk yang enak dipakai.
2.         Rendahnya motivasi membaca
Hambatan dalam membaca adalah motivasi. Gangguan ini terutama dialami mahasiswa ketika harus membaca text book tebal yang tidak disukai. Rendahnya motivasi akan muncul ketika kita hendak membaca suatu buku tapi tidak terlalu tahu buku tersebut tentang apa. Maka kita akan cenderung membaca sekedarnya saja dan tidak terlalu berminat untuk membaca dengan pemahaman yang baik. Motivasi menjadi pendukung konsentrasi dan saling bantu membantu dalam menciptakan pemahaman yang utuh baik secara nalar maupun emosional.
3.         Rasa khawatir tidak memahami bahan bacaan
Ada orang yang tidak percaya diri ketika baru melihat buku yang akan dibaca. Dia khawatir bahwa buku tersebut terlalu berat dan tidak bisa dipahami. Rasa khawatir ini akan menjadi kenyataan jika kita terus membawanya ketika membaca. Kekhawatiran bahwa kita tidak bisa atau sulit memahami isi bacaan akhirnya akan benar-benar menjadi kenyataan. Oleh karena itu, hilangkan  semua kekhawatiran tersebut. Yakinkan pada diri kita bahwa meskipun buku yang hendak dibaca mungkin cukup sulit, bukan berarti kita tidak bisa memahaminya. Rasa khawatir ini paling sering jika membaca buku pelajaran terutama pada saat menjelang ujian.. Kekhawatiran ini akan mengganggu kecepatan membaca maupun pemahaman kita.
4.         Adanya Kebiasaan-Kebiasaan Buruk Dalam Membaca
Beberapa kebiasaan buruk yang lazim dimiliki orang adalah:
a.   Vokalisasi
Hal ini dilakukan dengan cara melafalkan apa yang kita baca. Dengan demikian, kecepatanmem baca kita akan sama dengan kecepatan berbicara.
b.   Sub Vokalisasi
Ada orang membaca tanpa suara di bibir, tapi di hati. Dengan cara ini, dampaknya kurang lebih sama dengan vokalisasi yakni kecepatan baca sama dengan kecepatan berbicara.
c.    Gerakan Bibir
Ada juga yang tidak bersuara, tapi bibir seperti orang berbicara dan melafalkan sesuatu. Kebiasaan ini berakibat sama dengan dua kebiasaan buruk yang kita bahas.
d.   Gerakan Kepala
Banyak orang ketika membaca kepalanya ikut bergerak mengikuti kata demi kata dalam bahan bacaan. Dengan demikian kepala bergerak secara teratur dari kiri ke kanan kembali lagi ke kiri dan seterusnya. Kebiasaan ini akan menghambat kecepatan baca karena pergerakan kepala sebenarnya kalah jauh dengan pergerakan mata.
e.    Regresi (Pengulangan ke belakang)
Pernahkah kita membaca suatu kalimat atau paragraf kemudian tidak yakin dengan isinya atau merasa kurang paham kemudian kita kembali lagi dan mengulang kalimat atau paragraf tersebut. Bayangkan jika dalam satu halaman saja kita melakukannya 10-15 kali, berapa banyak waktu yang telah terbuang.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membaca cepat sangat efektif dilakukan. Dengan membaca cepat kita bisa mengetahui seluruh isi buku tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk bisa membaca seluruh isi buku. Kendala dalam membaca cepat sangat mungkin terjadi sehingga kita memerlukan waktu dan latihan-latihan supaya kita bisa menguasai teknik membaca cepat. Selain itu konsentrasi, motivasi dan tujuan membaca sangat mendukung untuk bisa mahir dalam membaca cepat. (Sis)

0 komentar: